Pemkab Lamteng Hadirkan KPK Tingkatkan Potensi PAD

Lampungnewspaper.co.id – Dorong pengusaha wajib pajak taat bayar pajak. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) hadirkan KPK RI. Guna tingkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekertaris Daerah (Sekda) Adi Erlansyah mengatakan, bahwa hadirnya Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) ke Lamteng dalam rangka pertemuan bersama pengusaha wajib pajak dan Pemkab Lamteng.

“Kami sengaja meminta Kosupgah KPK RI untuk turun ke Lamteng. Karena kita juga sudah melakukan upaya. Ini juga saran kpk untuk wajib pajak potensial itu di optimalkan. Karena sumber pendapatan daerah kan ada disana. Dan disitu sudah terindikasi ada potensi disana. Makanya kita buat pertemuan,” ucap Sekda.

Tetapi dalam pelaksanaan, kita lakukan uji coba dibeberapa tempat usaha ternyata belum berjalan maksimal. Kita sudah pasang topping bok di 31 perusahan potensial, tapi masih ada kesadaran wajib pajak yang bandel. Maka Kita hadirkan KPK, supaya memberikan penegasan. Bahwa wajib pajak yang masih tak taat bayar pajak akan di tidak lanjuti KPK.

“Nanti kpk bisa turun mengambil langkah lebih lanjut, kalau ini tetap dilakukan wajib pajak,” tegasnya.

Karena membayar pajak merupakan kewajiban yang diamantkan undang-undang. Maka pengusaha kena pajak wajib membayar pajak. Kalau itu tidak dilaksanakan berarti wajib pajak dianggap menghindar.

Sementara itu, Kordinator Korsupgah Dian Patria mengungkapkan, bahwa KPK RI mendorong pengusaha wajib pajak agar taat pajak. Pemerintah butuh anggaran untuk pembangunan. Dari sektor pajak inilah pendapatan pemerintah bisa ditingkatkan.

“Kita dorong pera wajib pajak kepatuhannya. Ini merupakan langkah awal masih transisi. Karena korupsi itu bisa pengeluaran bisa pendapatan. Kalau pendapatan tidak maksimal penagihanya itu ada potensi, uangĀ  harusnya masuk ke negara jadi masuk kekantong orang lain. Negara butuh uang, kita mendorong memastikan optimalisasi hak- hak negara diterima dengan benar, dan berlaku pada semua wajib pajak,” jelasnya.

Selanjutnya, kita lihat dari 31 topping bok yang dipasang di perusahan potensial patuh gak nantinya, buat hotel, losmen, parkir, hiburan. Pajak air tanah nanti kita nunggu alat. Jadi paling tidak mereka yang punya alat sendiri. Sebenarbya alat itu cuman perantara. Tapi kalau mereka jujur merka catat tidak mungkin ada masalah. Jaman sekarang kan semua sudah pakai teknologi.

“Mudah mudahan harapan kita PAD Lamteng yang sekarang Rp 170 m ini, kedepan akan bisa lebih meningkat. Kalau disektor tersebut benar-bener tergali naik 24 persen saja bisa Rp30 m. Dari sumberdaya alam dari yang ada kalau itu direkam dengan benar bisa meningkat 25 persen,” pungkasnya. (asw/asf)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here